SEBUAH kasus pemotongan organ vital baru-baru ini menghebohkan media massa. Lantas, apa yang mendorong terjadinya tindakan ekstrem ini?
Bak petir di siang bolong, sebuah berita mengenai wanita yang memotong kelamin teman prianya menyeruak. Sang wanita, NN (22) dikabarkan tega memotong kelamin pria yang baru pertama kali ditemuinya, setelah berhubungan intim.
Kasus ini terbilang ekstrem, pasalnya peristiwa ini cukup langka dan dianggap sadis. Apa yang terjadi hingga pelaku tega melakukan perbuatannya?
"Dari segi psikologi, tindakan ini sangat emosional dan tidak terkendali. Apa yang dilakukannya tentu di luar kewajaran," tutur psikolog Sani B Hermawan saat dihubungi Okezone, Kamis (23/5/2013).
Rentetan kejadian yang dialami NN, sangat menarik untuk diulas. Pasalnya, dua sejoli ini berkenalan lewat telefon salah sambung. Berkat komunikasi yang intens, mereka pun sepakat untuk bertemu. NN yang beralamat di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, setuju untuk menemui M di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Rupanya, M punya tujuan lain, yakni ingin menikmati tubuh pelaku. Setelah beberapa kali percobaan, M berhasil melancarkan rencananya. Namun ketika mereka ingin berpisah, NN justru memotong alat vital korban.
"Bisa jadi ini juga merupakan bentuk penyesalan dari pelaku. Amarah karena sesungguhnya, mungkin dia tidak mau diajak berhubungan intim," sambung Sani. Direktur Lembaga Daya Insani ini juga menilai, pelaku memiliki sifat yang tertutup.
"Ini sangat berkaitan dengan kepribadian. Bisa jadi dia orang yang introvert, sehingga kurang mampu berkomunikasi. Akhirnya, dia meluapkannya lewat tindakan," tutupnya.
(tty)