Kasus serupa juga pernah terjadi di Ciamis. Bupati Ciamis, Ciamis Engkon Komara bersama Wakil Ketua DPRD Ciamis Ganjar M Yusuf yang membawa 3 mahasiswi Unigal di sebuah kafe di Tasikmalaya.
Tiga ABG yang disewa untuk menemani pesta mesum itu pun memberikan kesaksian kepada sejumlah ulama di Ciamis. Aksi protes melanda Ciamis atas tudingan tersebut. Engkon yang awalnya membantah ikut karaoke akhirnya mengakui, namun soal adanya pesta seks, dia membantahnya.
"Saya mengaku telah berbuat khilaf. Itu semua terjadi karena keterbatasan saya pribadi. Saya berjanji akan memerbaikinya di sisa waktu masa jabatan saya yang tinggal setahun lagi. Saya menyampaikan maaf kepada rakyat Ciamis," tutur Engkon di hadapan para pengunjuk rasa, yang menuntut dirinya mundur.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Ciamis Toto Tobari, berjanji akan usut tuntas kasus karaoke yang melibatkan sejumlah anggota DPRD dan Bupati Ciamis, beserta sejumlah pejabat Ciamis.
Belum dilantik jadi Bupati, Makmun Ibnu Fuad kini tersandung masalah. Foto mesum yang mirip dirinya menyebar luas di masyarakat Bangkalan. Hal ini pun membuat resah di kalangan warga Bangkalan.
"Foto tersebut sudah menyebar luas di masyarakat Bangkalan dan menimbulkan keresahan. Untuk itu harusnya kasus ini tidak didiamkan saja," ujar tokoh masyarakat Bangkalan yang juga pengasuh pondok pesantren Syaichona Cholil, KH Nasih Aschal kepada merdeka.com, Selasa (19/2).
Menurut Nasih, berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam beberapa lembaga swadaya masyarakat sudah menyampaikan keresahan ini kepada pihak kepolisian baik di Bangkalan maupun ke Polda Jawa Timur. Namun pihak kepolisian justru saling melempar tanggung jawab.
"Polisi baru mau menyelidiki kasus ini kalau ada fatwa dari MUI atau Kemenag setempat, tetapi MUI balik pingpong. MUI dan Kemenag bilang itu bukan ranah mereka, tetapi kepolisian," terangnya.
4. Bupati Kutai kertanegara
Jelang maju di Pilkada Bupati Kutai Kartanegera Rita Widyasari diserang dengan skandal video seks yang diduga diperankannya. Skandal tersebut digunakan lawan-lawan politiknya untuk menyerang putri Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani itu.
Video seks Rita pun beredar luas di masyarakat, khususnya di Kutai Kartanegara. Meski demikian, Ketua DPD Golkar Kutai Kertanegara ini tetap berhasil menggantikan kedudukan ayahnya menjadi bupati di kabupaten terkaya di Indonesia itu.
Rita terpilih menjadi bupati wanita pertama di Kalimantan Timur dan dilantik pada tanggal 30 Juni 2010 bersama wakil bupati Gufron Yusuf. Skandal video mesumnya pun seolah tak berpengaruh.
Partai Golkar yang mengusung Rita, menganggap kasus video seks yang menimpa kadernya, sudah selesai. Golkar menilai video itu dibuat oleh orang iseng yang mau merusak citra Rita, karena lelaki yang 'main' bersama Rita adalah suaminya sendiri.
"Ya, itu sudah selesai," kata Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto Februari 2010 lalu.
5. Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan
Kasus video porno dialami oleh calon bupati dan wakil bupati Pekalongan Siti Qomariyah dan Wahyudi Pontjo Nugroho. Saat mereka mau maju dalam pemilihan kepala daerah Pekalongan periode 2006-2011, muncul foto-foto mesra mirip mereka di dunia maya.
Foto-foto mereka disebar orang tak dikenal lewat media sosial Facebook dengan akun Qomariyah Ponco. Dalam akun itu terdapat 22 foto seronok Qomariyah dan Ponco. Foto itu menggambarkan mirip Qomariyah dalam keadaan bugil.
Selain foto, video adegan mesum mirip keduanya juga beredar luas. Adegan mesum tersebut beredar melalui telepon genggam. Video mesum itu dikirim seorang warga Pekalongan ke kantor redaksi koran setempat.
Meski demikian, Wahyudi Pontjo Nugroho membantah bahwa dirinya sebagai pelaku adegan mesum tersebut. "Tak mungkin itu saya," ungkap Wahyudi.