Jumat, 07 Juni 2013

Beranda » » Liputan6 - RSS 0.92: Pramugari Sepupu Indra Bekti Masih Trauma Setelah Dipukul

Liputan6 - RSS 0.92
Liputan6.com merupakan situs berita aktual, tajam, terpercaya yang dimiliki SCTV // via fulltextrssfeed.com
Pramugari Sepupu Indra Bekti Masih Trauma Setelah Dipukul
Jun 7th 2013, 09:43

Pramugari Sepupu Indra Bekti Masih Trauma Setelah Dipukul

Indra Bekti (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta : Indra Bekti mengaku geram mengetahui seorang pramugari dipukul oleh seorang pejabat. Lebih geram lagi ketika Indra mengetahui bahwa si pramugari adalah masih saudara sepupunya.

Berita soal pemukulan oleh Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi terhadap pramugari Sriwijaya Air bernama Febriani menarik perhatian Indra Bekti. Indra mengaku geram karena ada pejabat semena-mena dan berani memukul seorang pramugari karena si pramugari memintanya untuk mematikan ponsel.

"Saya pertama dengar beritanya di media, itu langsung emosi. Saya penasaran, kesel, kok ada pejabat yang tega begitu, seenaknya saja," kata Indra, saat dihubungi via telepon, Jumat (7/6/2013).

Ketika sedang asyik menyimak pemberitaan tersebut, kemudian salah seorang keluarga Indra memberi tahu bahwa Febriani masih kerabatnya.

"Saudara saya bilang, pramugari itu masih saudara sepupu. Bapaknya dia masih saudara bapak saya. Saya langsung minta teleponnya Febri dan saya langsung SMS-an," jelas suami Aldilla Jelita itu.

"Saya nggak banyak ngobrol, cuma kasih support aja. Dia kan cukup syok dan masih trauma. Wajar lah, dipukul, didorong-dorong, di maki-maki di depan banyak orang. Dia kan perempuan, wajar kalau masih syok," tutur Indra.

Indra juga berharap kejadian seperti ini tak lagi terulang. Terlebih lagi, seorang pejabat seharusnya menjadi panutan dan tak bisa berbuat seenaknya.

"Pejabat itu kan berpendidikan, jangan mudah emosi. Dia bilang lagi SMS-an, ibunya lagi sakit keras. Apa pun itu, tapi keselamatan orang lain kan tetap nomor satu. Jangan cuma gara-gara satu orang seluruh penumpang nggak selamat. Ini pelajaran jangan semena-mena," katanya.

"Ini kan sudah masuk dalam masalah serius, wajar kalau dapat peringatan keras. Wajar kalau pramugari menghardik, ini untuk kepentingan bersama. Mungkin dia nggak terima, tapi nggak ada alasan, itu egois, nggak boleh ngerasa benar sendiri," katanya geram.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions